- Budaya Sampit Kalimantan Tengah
Mandi Safar merupakan acara adat masyarakat Sampit, dimana kegiatan ini dilaksanakan secara turun temurun. Namun dalam beberapa tahun ini Ritual Mandi Safar sudah dijadikan Event Pariwisata, karena Ritual Mandi Safar ini merupakan budaya masyarakat yang patut dilestarikan.
Berdasarkan kepercayaan masyarakat, Mandi Safar dipercaya mampu membersihkan jiwa dan membuang 330 bala yang turun. Harapan dengan melakukan ritual Mandi Safar ini, masyarakat akan mendapat berkat dan dijauhkan dari malapetaka atau bala bencana.
Masyarakat yang akan mengikuti prosesi Mandi Safar, sebelum menceburkan diri ke dalam sungai Mentaya, telah membekali diri dengan daun Sawang yang diikat di kepala atau di pinggang. Daun Sawang tersebut sebelumnya dirajah oleh sesepuh atau alim ulama setempat. Menurut kepercayaan, pemakaian Daun Sawang itu agar orang yang mandi terjaga keselamatannya dari segala gangguan baik dari gangguan binatang maupun makhluk halus. Setelah selesai proses Ritual Rajah Daun, upacara dilanjutkan dengan melakukan Tapung Tawar kepada seluruh masyarakat yang hadir, hingga kemudian menceburkan diri ke Sungai Mentaya Sampit.
2. Kesenian Sampit Kalimantan Tengah
TARIAN
- Tari Giring Giring
Salah satu cara mengungkapkan kegembiraan dan rasa senang masyarakat Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah adalah menari tari Giring-giring. Awal mulanya Tari giring-giring merupakan tarian yang berasal dari suku dayak Ma’anyan dan dipopulerkan oleh suku tersebut. Lalu berkembang di daerah Kalimantan Tengah. Giring-giring atau bahasa masyarakat kalimantan adalah gangerang merupakan bambu yang berisi biji piding.
Hal itu disimbolkan dengan cara menari tari giring-giring yaitu menghentakkan satu tongkat Gantar yang dipegang tangan kiri ke lantai sedangkan tangan kanan memegang bambu yang berisi kerikil serta di goyangkan agar tercipta bunyi yang khas. Kaki-kaki penari mengikuti irama musik bergerak maju mundur. Ketepatan tangan dan kaki yang bergerak bersamaan merupakan bagian yang unik dan menjadi perhatian penonton dari tari giring-giring.Benda yang dibawa oleh penari yaitu bambu tipis (telang) berisi biji “piding” dan digoyangkan sehingga menciptakan nada yang ritmis adalah giring-giring. Nama benda giring-giring menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tarian ini sehingga dinamakan tari Giring-Giring. Kegiatan tari giring-giring banyak dilakukan pada acara perjamuan, peresmian atau acara adat yang menggambarkan rasa gembira dan rasa senang.
- Tari Manasai
Manasai adalah satu jenis tari pergaulan yang ada pada masyarakat di Kalimantan Tengah. Tarian ini dilakukan oleh beberapa orang peserta, pria dan wanita yang berdiri berselang-seling antara pria dan wanita dalam satu lingkaran. Dimulai dengan semua menghadap kedalam lingkaran, kemudian berputar ke arah kanan, sambil melakukan gerak maju bergerak berlawanan arah jarum jam. kemudian menghadap ke arah luar lingkaran, berputar lagi ke arah kiri sambil melakukan gerak maju. Begitu seterusnya sambil berputar terus berlawanan arah jarum jam dengan mengikuti irama lagu pergaulan yang berjudul sama, lagu manasai. Setiap gerakan kaki dalam tarian ini, mirip dengan gerakan dalam irama. Tidak ada batasan usia dalam tarian ini. siapapun dan dalam usia berapapun boleh bergabung. Bergabung kedalam lingkaran tari dapat dilakukan kapan saja, mengikuti irama lagu. Dengan bertambahnya peserta yang ikut bergabung, maka lingkaran tari pun akan semakin membesar. Dan semakin banyak peserta tari, irama musik pun bisa semakin dipercepat, dan suasana gembira serta meriah pun akan terbentuk dan tercipta.
RUMAH ADAT
- Rumah betang
Rumah adat Kalimantan Tengah dinamakan rumah betang. Rumah itu panjang bawah kolongnya digunakan untuk bertenun dan menumbuk padi dan dihuni oleh ±20 kepala keluarga. Rumah terdiri atas 6 kamar, antara lain untuk menyimpan alat-alat perang, kamar untuk pendidikan gadis, tempat sesajian, tempat upacara adat dan agama, tempat penginapan dan ruang tamu. Pada kiri kamam ujung atap dihiasi tombak sebagai penolak mara bahaya.
3. Makanan Khas Sampit
Kuliner di Kalimantan Tengah didominasi dengan masakan khas Banjar dan khas Dayak. Ada juga masakan olahan khas Jawa di daerah-daerah yang mayoritas dihuni warga dari suku Jawa.
Makanan khas dayak yang terkenal dengan bahan olahan dari sayuran adalah umbut rotan, umbut sawit, dan kalumpe / karuang. Untuk makanan khas dari bahan olahan ikan atau daging adalah wadi, gangsa ayam, dan bangamat / paing.
Umbut rotan atau juga disebut uwut nang’e merupakan kuliner olahan dari batang rotan muda. Biasanya rotan ini dimasak bersama dengan ikan baung dan terong asam. Rasanya gurih, asam manis dan sedikit kepahit-pahitan.
4. Ciri Khas Sampit
- Patung jelawat
Patung jelawat merupakan ikon daerah ini, memang dibangun untuk tempat rekreasi bagi masyarakat. Ikon kota yang mengusung patung ikan khas daerah ini dilengkapi pertokoan yang dalam waktu dekat segera digunakan.
Setiap hari, patung jelawat selalu ramai pengunjung. Selama Ramadhan, tempat itu banyak dikunjungi pada pagi hari, menjelang buka puasa serta malam hari usai salat tarawih.
Saat pagi hari, patung jelawat tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan matahari terbit. Sedangkan saat sore hari, tempat yang diresmikan pada 21 Februari 2015 itu sangat nyaman untuk bersantai sambil menunggu waktu berbuka puasa. Bahkan banyak warga yang berbuka puasa di kawasan itu karena di sekitarnya banyak pedagang kue, makanan dan minuman.
- Taman Kota
Taman Kota ini dijadikan sebagai tempat berkumpul keluarga oleh masyarakat setempat atau bagi para pendatang. Ada yang pernah bilang, ”Belum lengkap kalau datang ke kota Sampit tanpa mampir di Taman Kota”. Selain itu, Taman Kota sering dijadikan ssebagai tempat jogging, refreshing, jalan-jalan, nongkrong dll serta sering dijadikan sebagai tempat untuk menggelar acara-acara besar seperti pawai, kampanye partai, pertunjukan-pertunjukan, jalan sehat dan konser musik. Terdapat banyak warung serta pedagang-pedagang di sekitar taman ini, berbagai jualan seperti pakaian, mainan anak, buah dan lain sebagainya. Selain itu di Taman Kota Sampit juga terdapat arena bermain untuk anak-anak seperti tempat mandi bola dan kereta badut.
- Pantai Ujung Pandaran
Pantai yang dikenal memiliki hamparan pasir putih ini membentang puluhan kilometer dari Kabupaten Kotawaringin Timur hingga perbatasan Kabupaten Seruyan dan termasuk jenis pantai yang landai. Selain menjadi salah satu tempat wisata di sampit, Pantai Ujung Pandaran pada waktu tertentu juga dijadikan sebagai tempat pelaksanaan ritual adat Simah Laut yang dilakukan oleh masyarakat nelayan setempat secara turun temurun. Simah Laut adalah ritual tolak bala yang dilakukan oleh para nelayan Ujung Pandaran sebelum memulai pelayaran ke laut untuk mencari ikan. Ritual tahunan ini dilakukan setiap tanggal 10 bulan Syawal, atau sepuluh hari setelah Hari Raya Idul fitri. Oleh masyarakat setempat ritual ini dipercaya dapat mendatangkan keselamatan dan memberikan limpahan rezeki selama melaut.









Apakah Anda mengetahui acara adat "Mandi Safar" yang dilakukan secara turun temurun di Sampit, Kalimantan Tengah?
BalasHapusRegard Telkom University